7 Tips Menulis dari Kang Arul

Sahabat Penulis Lampung, Sabtu tanggal 16 Oktober 2016, saya mengikuti Writer Preneur Workshop di Universitas Lampung. Workshop yang diselenggarakan oleh UKM Teknokra Unila ini menghadirkan Dr. Rulli Nasrullah, M.Si., atau yang lebih akrab dengan panggilan Kang Arul, sebagai pembicara.

writer-preneur

Kang Arul sendiri adalah seorang dosen pascasarjana MK Cybermedia, Digital Public Relations, dan Komunikasi Massa, lulusan S3 Kajian Budaya dan media Universitas Gajah Mada. Selain itu, beliau juga seorang mantan jurnalis di Kelompok Kompas Gramedia, Majalah Gatra, Ummi, dan lain-lain, serta penulis yang telah menerbitkan lebih dari 300 buku.

Di Writer Preneur Workshop ini, Kang Arul memberikan beberapa tips mengenai penulisan. Apa saja tipsnya?

Berikut 7 Tips Menulis dari Kang Arul:

Pertama, menulislah dengan kreativitas

Sahabat, dalam dunia penulisan, kesamaan ide dan tema adalah hal yang lumrah terjadi. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas dari seorang penulis, untuk membuat karyanya berbeda dari yang sudah ada.

Ke dua, menulislah dengan santai

Seringkali penulis terintimidasi oleh pemikiran sendiri. Penulis terbebani oleh EYD yang harus begini dan begitu, bagaimana membuat kalimat pembuka yang memikat, diksi, judul, dan sebagainya. Alhasil, menulis menjadi tidak santai. Pesan Kang Arul, tulis saja apa yang ada di pikiran. Santai. Soal EYD dan sebagainya, nanti. Lakukan setelah tulisan selesai.

Ke tiga, menulislah sesuatu yang paling dikuasai

Menulis sesuatu yang dikuasai, tentang dunia sendiri yang dekat dengan keseharian, tentu jauh lebih mudah ketimbang menulis sesuatu yang belum dikuasai. Contoh, seorang mahasiswa teknik mesin, tentu akan lebih mudah membuat tulisan tentang mesin, ketimbang mengenai ilmu Biologi.

Jadi, jangan sungkan menuliskan tentang sesuatu yang kita kuasai, sesederhana apapun itu. Pandai membuat rendang jengkol? Tulis tentang rendang jengkol. Piawai membuat kerajinan tangan, tulis tentang kerajinan tangan.

Ke empat, membaca buku sesuai yang ditulis

Banyak membaca buku sesuai dengan yang akan ditulis, akan memberikan kemudahan dan nyawa bagi tulisan kita. Jika ingin menulis novel detektif, maka perbanyaklah membaca novel detektif. Hendak menulis buku anak? Banyak-banyaklah membaca buku anak.

Ke lima, Fokus dalam menulis

Sesuatu yang dikerjakan dengan fokus, tentu akan lebih cepat terlihat hasilnya. Tinggalkan segala sesuatu yang bisa mengganggu fokus menulis.

Ke enam, selesaikan target menulis

Jangan menunda-nunda. Jika ingin menulis buku anak, misalnya, segeralah membuat target menulisnya dan selesaikan. Sebab, jika menunda-nunda, tak jarang idenya hilang. Belum ditambah dengan hal-hal lainnya yang akhirnya membuat tulisan tak kunjung selesai.

Ke tujuh, jika bosan menulis, tinggalkan!

Berkutat dengan dunia penulisan, membuat penulis adakala dihinggapi rasa jenuh atau bosan. Jika sudah demikian, maka segera tinggalkan. Tentu saja bukan untuk selamanya. Melainkan sekadar refreshing, menyegarkan pikiran. Bisa dengan menonton, jalan-jalan, memasak, memotret, dan lain-lain. Jika sudah fresh, baru menulis lagi.

Oke, sahabat. Semoga tipsnya bermanfaat, ya. Selamat menulis, semangat berkarya, salam literasi 🙂

Izzah Annisa

Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan.

4 Comments

  1. dina safitri   •  

    terimakasih tipsnya mbak.. saya masih suka terpentok di EYD, krn kadang masih suka terbawa pas jaman skripsi, jadi yg dipikirin EYD nya terus..hehe

    • Izzah Annisa   •     Author

      Sama2, Mbak Dina. Hehe, sama. Saya juga kadang gitu.

  2. nur rochma   •  

    Makasih tipsnya. Saya suka nggak fokus sehingga nulis nggak kelar-kelar.

    • Izzah Annisa   •     Author

      Sama2, Mbak Nur Rochma. Moga setelah ini jadi lebih fokus, ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *