7 Kiat Sukses Menulis Cerita Anak yang Menarik

7-kiat-sukses-menulis-cerita-anak-yang-menarikSahabat Penulis Lampung. Menulis itu susah-susah gampang. Susah jika kita hanya berangan-angan ingin menulis tapi tidak pernah segera memulainya. Gampang jika kita mau mencoba dan terus berusaha untuk menghasilkan cerita yang lebih baik lagi.

Menulis itu hakikatnya adalah menjalani proses belajar tiada henti. Jangan pernah merasa puas dengan tulisan yang dibuat hari ini. Asah terus kemampuan menulis dan kita akan melihat kenyataan bahwa tulisan yang pernah kita hasilkan ternyata masih membutuhkan banyak perbaikan.

Mari kita contoh para penulis-penulis fenomenal yang karyanya terus bertahan melintasi zaman. Roald Dahl, misalnya. Penulis yang bukunya disukai oleh jutaan anak di seluruh dunia ini, selalu menulis ulang naskahnya setiap kali ia menyelesaikannya. Sangking seringnya menulis ulang naskah, Roald Dahl bahkan bisa membuat api unggun setiap pekan dengan kertas-kertas yang menjadi media menulis ulangnya.

Nah, agar sukses menulis cerita, setidaknya ada 7 rahasia para penulis buku anak yang harus kita ikuti dan terapkan.

7 Kiat Sukses Menulis Cerita Anak yang Menarik:

1. Tulis cerita dalam satu setting

Menulis cerita anak, terutama cerpen, upayakan untuk menulis hanya satu setting. Seperti kerajaan, taman bunga, dasar laut, dan lain-lain. Setting yang terlalu banyak akan membuat bingung pembaca.

2. Ciptakan konflik

Konflik bisa diciptakan dengan cara membenturkan tokoh pada kenyataan yang tidak sesuai keinginan.  Semisal monyet yang melihat pisang ranum di seberang sungai, namun saat hendak menyeberang, ternyata buaya sudah siap menghadang. Bawa pembaca pada kondisi mempertanyakan nasib si tokoh kemudian.

3. Show, Don’t Tell

Tunjukkan, jangan katakan. Memang, kalimat pendek akan terkesan efektif pada cerita anak. Tapi, tak jarang hal itu membuat gereget cerita menjadi tidak terasa.

Misal:

Boni berlari dengan sangat cepat.

Bandingkan dengan…

Boni berlari dengan kecepatan seolah seekor kuda pacuan pun tak sanggup mengejarnya. 

4. Beri ciri yang khas pada setiap tokoh

Ciri khas pada setiap tokoh dalam cerita akan membuat cerita menjadi lebih hidup dan menarik. Ciri yang dimaksud di sini bisa dari segi penampilan fisik, misal ayam kribo, naga berwarna ungu, atau bisa juga sifat dan kebiasaan, semisal itik yang setiap melihat bunga selalu ingin memetiknya, ayam yang usil, jangkrik bersuara cempreng, dan lain-lain.

5. Buat si tokoh memiliki sifat berlawanan dengan aslinya

Misalnya begini. Singa adalah hewan yang buas dan pemberani. Makanannya adalah daging. Nah, kita buat si singa penakut. Jijik dengan darah dan lebih memilih memakan buah. Jika tak ingin endingnya si singa melawan kodratnya sebagai karnivora, buat saja ia menjadi singa yang hobi memasak sehingga ia tak perlu mengunyah hewan buruan penuh darah, melainkan sajian masakan yang lezat di makan. Menarik, bukan?

6. Buat outline

Outline membantu penulis untuk menguasai alur ceritanya. Dengan membuat outline, penulis akan lebih runut menuliskan ceritanya.

7. Endapkan naskah cerita yang telah dibuat

Penting bagi penulis untuk mengendapkan naskah cerita yang telah dibuat. Hal ini bertujuan untuk memberi waktu untuk menemukan bagian-bagian yang kurang pada naskah. Dengan demikian, penulis bisa memperbaiki naskah cerita agar semakin menarik dan enak dibaca.

 

Demikian 7 Kiat Sukses Menulis Cerita Anak yang Menarik. Selamat mencoba.

Izzah Annisa

Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan.

6 Comments

    • Izzah Annisa   •     Author

      Insya Allah pasti bisa. Silakan dicoba kiatnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *