3 Manfaat Merevisi Naskah Bagi Penulis

Hai, Sahabat Penulis Lampung. Jika kamu seorang penulis, maka tentu yang namanya revisi bukanlah suatu hal yang asing. Revisi ibarat sebuah keniscayaan yang pasti akan ditemui oleh setiap penulis.

Revisi oh Revisi

Sahabat, permintaan untuk merevisi atau memperbaiki naskah, tak jarang membuat penulis kesal atau pun stress. Apalagi kalau sedang asyik mengerjakan naskah yang lain. Revisi membuat mood menulis terkadang hilang. Ugh, revisi lagi, revisi lagi…

Namun, hal yang bernama revisi ini tentu tidak bisa dielakkan. Ibarat kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Begitu pula naskah. Jangan sampai kita merasa naskah kita sudah sempurna hanya karena ia telah diacc oleh editor penerbit. Pasti ada kekurangan.

Jika kekurangan naskah hanya sebatas EYD, tentu bisa dihandle oleh editor. Namun, jika kekurangannya terkait plot, logika bercerita, konflik, tentu hal tersebut menjadi kewajiban penulis untuk memperbaikinya. Mengapa? Karena naskah itu adalah karya penulis. Bukan karya editor.

Adakala penulis mengeluh saat revisi. Apalagi jika revisi terjadi berkali-kali. Aduh, Bang, lelah hati, Hayati. Padahal, revisi sesungguhnya justru memberi manfaat bagi si penulis itu sendiri. Apa saja manfaatnya?

3 Manfaat Merevisi Naskah Bagi Penulis:

Pertama, penulis jadi tahu letak kekurangan naskah

Sahabat Penulis Lampung. Ketika editor meminta kita merevisi naskah, mereka akan memberitahukan di mana letak bagian yang harus direvisi dan mengapa harus direvisi. Nah, dari situ lah, kita menjadi tahu letak kekurangan naskah kita.

Saya sendiri, ketika ditunjukkan letak bagian yang harus direvisi, tak jarang bergumam, “Oh, iya juga, ya. Kenapa kemarin nulisnya begini?” Artinya, saya sebagai penulis, secara tidak langsung diuntungkan karena telah ditunjukkan letak kekurangan naskah, yang saya sendiri tidak menyadarinya. Oleh karenanya, sesering apapun revisi, walau pusing, tetap lakukan dengan senang dan sepenuh hati.

Ke dua, naskah menjadi semakin bagus

Pebaikan-perbaikan yang dilakukan pada tahap revisi, sudah pasti akan membuat kekurangan-kekurangan yang terdapat pada naskah menjadi berkurang. Naskah pun menjadi semakin bagus dan enak dibaca.

Ke tiga, belajar menulis gratis

Sahabat, ketika penulis diminta merevisi naskah, sesungguhnya ia sedang memperoleh pelajaran menulis gratis dari editornya. Mulai dari cara mengefektifkan kalimat, menambahkan konflik, memperbaiki alur, memperkuat karakter tokoh, dan lain-lain. Penulis bahkan bisa berdiskusi banyak hal terkait naskahnya dengan editor. Asyik sekali, bukan? Bisa mendapatkan banyak ilmu menulis tanpa perlu bersusah-susah dan merogoh kantong untuk mengikuti workshop berbayar.

Itulah tadi 3 manfaat merevisi naskah bagi penulis. Tentu saja, saat proses revisi, penulis juga jangan pasrah begitu saja ketika diminta revisi. Jika ada bagian yang memang penulis ingin pertahankan, ya sah-sah saja didiskusikan dengan editor penerbit. Tentunya, semua dilakukan untuk mencari kebaikan bersama.

Oke, Sahabat. Semoga postingan ini bermanfaat. Selamat menulis, semangat berkarya, salam literasi 🙂

Izzah Annisa

Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *